Home Jelajah
Category:

Jelajah

Yuk Jelajah – Hari Bumi 22 April 2021 merupakan acara tahunan yang diperingati di seluruh dunia. Dan tahun ini mengangkat tema “Restore Our Earth” atau Pulihkan Bumi Kita.

Nah, hari ini, Kamis 22 April 2021, Google juga ikut merayakan Hari Bumi atau Earth Day. Jika masuk ke laman pencarian Google, akan tampak tulisan “Google” berubah menjadi gambar pohon dan seorang anak kecil dan seorang lansia yang bersandar di batangnya.

Baca juga : Hari Perempuan Sedunia di Google Doodle 8 Maret


Lantas, Google Doodle akan memperlihatkan satu video berdurasi 40 detik, tentang betapa pentingnya setiap orang menanam benih pohon, demi masa depan yang lebih baik.

Baca juga : Salam Hari Kartini dari Perempuan Pendaki di Gunung Rinjani

Hari Bumi (Grafis Freepik)

Google Doodle Earth Day 2021 hari ini memang keren. Video yang digarap Sophie Diao, Helene Leroux, dan Ben Tobias, ini cukup informatif. Menyoroti bagaimana setiap orang bisa menanam benih untuk menuju masa depan yang lebih cerah.

(Yuk Jelajah/Jamal Mahfudz)

Lihat juga :

0 comment

Yuk Jelajah – Setiap 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Ini hari spesial di mana pada hari tersebut, banyak yang merayakan sebagai momen perjuangan yang pernah dilakukan oleh seorang tokoh perempuan di masa kemerdekaan. Itulah R.A. Kartini.

Beragam hal unik dilakukan untuk memperingati hari lahir tokoh emansipasi R.A. Kartini. Salah satunya adalah ucapan selamat Hari Kartini dari sebuah ketinggian gunung, yang dilakukan dua perempuan pendaki.

Seperti dilansir unggahan @gunungrinjani_nationalpark di instagram pada 21 April 2021. Dalam unggahannya pihak TN Gunung Rinjani menampilkan video dua perempuan pendaki tengah berada di Plawangan, Senaru, Gunung Rinjani.

Baca juga : Jelajah Gunung Rinjani yang Eksotis

“Dalam rangka memperingati Hari Kartini
Dari Pelawangan Senaru,
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mengucapkan, Selamat Hari Kartini 21 April tahun 2021,” tulis akun instagram @gunungrinjani_ nationalpark.

Salam lestari.

(Yuk Jelajah/Jamal Mahfudz)

Lihat juga :

0 comment

Yuk Jelajah – Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat, ditutup dari tanggal 5 hingga 17 Mei 2021. Penutupan sementara ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1442 H serta menindaklanjuti larangan mudik.

Pengumuman tersebut tertulis dalam Surat Edaran No. SE.601/BBTNGGP/Tek.2/04/2021 Tentang Penutupan Sementara Kegiatan Pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Surat tersebut diunggah dalam akun Instagram resmi pengelola TN Gunung Gede Pangrango pada Selasa (20/4).

Baca juga : Burung Garuda Kembali Ditemukan di Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu gunung yang cukup terkenal di kalangan para pendaki. Dua gunung yang saling berdampingan ini memang menjadi primadona tersendiri bagi para pendaki.

Selain itu, salah satu daya tarik gunung ini adalah keberadaan alun-alun Surya Kencana yang jadi spot terbaik untuk menikmati hamparan bunga edelweiss.

Baca juga : Jelajah Lembah Surya Kencana

Pendaki di Lembah Surya Kencana Gunung Gede Pangrango (Foto: Dok. Yuk Jelajah/Jamal Mahfudz)

So, buat para pendaki yang hendak muncak saat lebaran, bersabar dulu ya. Nanti, pas udah lewat tanggal 17 Mei, kalian bisa kembali menikmati keindahan Gunung Gede Pangrango.

(Yuk Jelajah/Jamal Mahfudz)

Lihat juga :

0 comment

Sebuah film dokumenter mengenai kehidupan mendiang tokoh pendaki gunung Indonesia, Herman O. Lantang, berjudul “HOL” akan tayang di Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta.


Yuk JelajahHerman O. Lantang, telah pergi pada 22 Maret lalu. Kepergian legenda petualang Indonesia ini meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi dunia pendakian, para sahabat sesama pendaki juga para pecinta alam seluruh Indonesia.

Suami dari Regina Joyce Moningka yang bernama lengkap Herman Onesimus Lantang ini menutup usia di umur 81 tahun, dan dimakamkan pada 23 Maret 2021 di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.  

Untuk mengenang dan menghormati Herman O. Lantang sebagai legenda petualang Indonesia dengan segala pengalaman dan prestasinya,  Elang Bayu Production merilis sebuah film dokumenter berjudul “HOL” yang akan diputar  pada 22 Meil 2021.

Baca juga : Menikmati Alam Pegunungan di Herman Lantang Camp

Gala Premiere Film Dokumenter HOL (Dok. Film Dokumenter HOL/Ressy Elang Andrian)

Ressy Elang Andrian, kreator dan sutradara HOL, merilis secara terbatas, bahwa tiket sudah bisa dipesan dari tanggal 15 sampai 30 April 2021. Dan quota terbatas, hanya 300 tiket untuk pemutaran pada Gala Premiere.

Disebutkan juga bahwa kapasitas ruangan menampung 500 orang tetapi hanya akan diisi 100 orang (penonton) dan akan dibuat 2 kali pemutaran ( jam 13.00 dan jam 16.00 ). Masing-masing pemutaran akan diisi 100 orang (penonton) tidak boleh lebih, dan wajib memakai masker.

Baca juga : Herman O. Lantang

Film dokumenter HOL mengekspos sosok legenda petulang Indonesia, Herman O. Lantang, tentang sisi kehidupan keseharian dan sisi humanis sang legenda. Juga menampilkan beberapa costar dan teman-teman terdekat Herman Lantang yang akan tampil dalam film dokumenter ini, untuk mengeksplorasi komitmen luar biasa dan beragam prestasi pendiri Mapala UI (Universitas Indonesia) ini.

“Semoga lewat film dokumenter HOL, para pecinta alam seluruh Indonesia bisa mengenal lebih dekat sosok Herman Lantang. Mulai dari sisi kehidupan yang humanis sampai beberapa prestasi yang bisa menjadi refleksi kita semua sebagai pendaki gunung” tutur Ressy Elang Andrian.

Nah, untuk para pendaki yang penasaran dengan film dokumenter HOL, jangan lupa untuk menyaksikannya di Auditorium Syahida Inn Lt. 2, Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta, pada Sabtu 22 Mei 2021.

(Yuk Jelajah/Jamal Mahfudz)

Lihat juga :

Lihat juga :

0 comment

Yuk Jelajah – Pendakian Gunung Slamet via Jalur Basecamp Bambangan akan ditutup. Penutupan sementara ini dilakukan terhitung mulai 13 April hingga 16 Mei 2021.

Informasi penutupan seperti diunggah akun Instagram @slametviabambangan pada 11 April 2021. Dalam unggahannya disebutkan bahwa penutupan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, juga untuk pemulihan ekositem.

Baca juga : 8 Jalur Pendakian Gunung Slamet yang Dibuka

Basecamp jalur pendakian Bambangan ini terletak di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Gunung Slamet yang berketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini, disebut-sebut juga sebagai atap Jawa Tengah. Dan berdiri kokoh hingga ‘merangsek’ di 5 kabupaten sekaligus. Yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Tegal.

Baca juga : Jelajah Gunung Slamet

Gunung Slamet di Jawa Tengah (Foto: Dok. Yuk Jelajah/Eka Rahmawati)

Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah ini memang asyik dijelajah. Jika sudah menggapai puncak yang disebut dengan puncak Surono, pemandangan amat menakjubkan.

(Yuk Jelajah/Jamal Mahfudz)

0 comment

Yuk Jelajah – Gunung Ciremai yang berada di Jawa Barat, akan menutup semua jalur pendakian selama bulan Puasa (Ramadhan), yakni mulai 13 April sampai 12 Mei 2021.

Kabar penutupan gunung berketinggian 3.078 mdpl (meter di atas permukaan laut) ini, disampaikan akun resmi Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Instagram, Minggu (11/4).

Baca juga : Mengintip Kucing Raksasa di Gunung Ciremai

Surat pengumuman penutupan pendakian Gunung Ciremai selama puasa (Foto: Screenshot Instagram TN Gunung Ciremai)

“Dalam rangka pemeliharaan jalur pendakian dan pemulihan ekosistem secara alami,” demikian alasan penutupan yang disampaikan akun TNGC.

Dan bagi para pendaki yang sudah melakukan Booking Online sebelum penutupan, pihak TN Gunung Merbabu memberikan layanan dengan berkonsultasi pada narahubung di 62 813-1350-4355.

Baca juga : Photo Story Jelajah Gunung Ciremai

Pendakian Gunung Ciremai (Foto: Dok. Yuk Jelajah/Ndari Soedibyo)

“Mari menjadi pendaki bijak, cerdas, dan bertanggungjawab terhadap alam dan sesama,” pesan TN Gunung Ciremai.

(Yuk Jelajah/Jamal Mahfudz)

0 comment

Yuk Jelajah – Mendaki Gunung Sindoro yang berada di Jawa Tengah via Alang-alang Sewu, ternyata ada larangan muncak (summit) bagi perempuan yang sedang berhalangan. Ya, maksimal nyampe pos 3 aja lah, kira-kira begitu. Ini sungguhan?

“Kalian sudah tahu larangan naik gunung sindoro via alang-alang sewu?” mengutip Instagram @pajero.sindoro, akun basecamp Gunung Sindoro Via Alang Alang Sewu, yang diunggah pada 10 April 2021.

Baca juga : Pendakian Gunung Sindoro Sudah Dibuka, Ini Prokesnya

So, mau mendaki Gunung Sindoro via Alang-alang Sewu?  Yuk, ketahui apa saja larangan saat menjelajah Sindoro lewat Alang-alang Sewu yang berada di Anggrunggondok,  Kecamatan Kertek, Wonosobo.

Beberapa larangan tersebut di antaranya :

1. Dilarang membawa sarden
2. Dilarang membawa sambal terasi
3. Dilarang membawa ikan asin
4. Dilarang membawa miras
5. Dilarang summit/ muncak bagi perempuan yang sedang berhalangan (max sampai pos 3)

Baca juga : Mendaki Gunung Sindoro

Gunung Sindoro (Foto: Dok Yuk Jelajah/Ndari Soedibyo)

Menjelajah Gunung Sindoro, yang berketinggian  3.153 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini, memang asyik. Di atas puncak terpandang amat  jelas view Gunung Sumbing yang berada di seberangnya. Panorama awan yang mengelilingi Gunung Sumbing menjadi pesona yang selalu dijadikan objek foto para petualang.

Sindoro dan Sumbing merupakan dua gunung yang kerap disebut-sebut sebagai ‘gunung kembar’, mungkin karena letaknya berdampingan dan memiliki bentuk dan tinggi yang tak jauh berbeda.

(Yuk Jelajah/Jamal Mahfudz)

Lihat juga :

0 comment

Yuk Jelajah – Bagi para pendaki, Gunung Semeru memang favorit. Gunung yang berada di Jawa Timur dan berketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini, memang indah dan sangat menakjubkan. Maka tak heran gunung ini sangat populer di kalangan para penggiat alam bebas di seluruh Indonesia.

Nah, bagi yang hendak berencana menjelajah Gunung Semeru, coba simak apa saja yang harus diketahui.

Baca juga : Keindahan Gunung Semeru

Puncak Gunung Semeru (Foto: Dok. Yuk Jelajah/Garry L. Prast)

1. Wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 (memakai masker, membawa cairan pembersih tangan atau hand sanitizer, menjaga jarak serta wajib membawa surat keterangan sehat yang masih berlaku)

2. Wajib membawa bukti transfer, bukti cetak pendaftaran, surat pernyataan, daftar perlengkapan dan perbekalan serta fotokopi identitas resmi (KTP/Kartu Pelajar/KTM/SIM/Pasport) yang masih berlaku. 

3. Wajib melakukan pendaftaran dilakukan secara online melalui laman https://bookingsemeru.bromotenggersemeru.org/

4. Batas usia pendaki antara 10 sampai 60 tahun.

5. Pendakian berlaku 3Day2Night. 

6. Batas rute pendakian hanya sampai Kalimati. 

Begitulah beberapa hal yang harus diketahui sebelum mendaki gunung Semeru. Kalau semua ketentuan di atas terpenuhi, maka bersiaplah menjelajah keindahan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

(Yuk Jelajah/Jamal Mahfudz)

Lihat juga :

0 comment

Yuk Jelajah – Gunung Merbabu kapan dibuka? Barangkali ini sebuah pertanyaan yang mewakili sekian banyak kerinduan para pendaki akhir-akhir ini. Karena sudah hampir setahun gunung di Jawa Tengan ini menutup aktivitas pendakian sejak Covid-19 menerjang.

Gunung berketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini, memang menjadi salah satu destinasi petualangan favorit para penggiat alam bebas yang gemar mendaki gunung. Bagi pendaki, keindahan gunung ini tak hanya memiliki view sabana yang cantik, tapi juga trek pendakiannya yang asyik dijelajah.

Dalam akun Instagram Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, @balai_tn_gunungmerbabu diunggah peninjauan kesiapan grand opening Downhill Thekelan yang berada di kawasan TN Gunung Merbabu (8/4).

Baca juga : Menikmati Keindahan Sabana di Gunung Merbabu

“Tim dari Balai TN Gunung Merbabu didampingi oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, serta Forkopimca Kecamatan Getasan dalam peninjauan simulasi reaktivasi serta pengecekan kesiapan sarpras. Simulasi kunjungan wisata dilaksanakan sesuai protokol kesehatan pencegahan COVID-19,” kata akun @balai_tn_gunungmerbabu.

Baca juga : Apa Kabar Gunung Merbabu?

Jelajah Gunung Merbabu (Foto: Dok. Yuk Jelajah/Jamal Mahfudz)

Meski ini bukanlah sebuah rilis tentang pembukaan pendakian Gunung Merbabu, namun di kolom komentar postingan itu, berisikan komen kocak nitizen –para pendaki gunung– merindukan ingin mendaki Gunung Merbabu.

“Kapannn bukaaa merbabuuuu???” tanya @eh_riannn

“Pasti bnyk yg tanya” Min,,kipin mirbibi dibiki?”  tanya @afridaz_

“kebanyakan drama” kata @ianirwanaaa

“Secepat nya kasih kabar yaaaaa,” ujar @bekasi_pecinta_alam

(Yuk Jelajah/Jamal Mahfudz)

Baca juga :

Lihat juga :

0 comment

Yuk Jelajah – Pendakian Gunung Arjuno dan Welirang di Jawa Timur, yang belum lama dibuka pada 27 Maret 2021 lalu, kini ditutup kembali. Penutupan sementara jalur pendakian dilakukan karena curah hujan terus memburuk yang menerjang  wilayah gunung setinggi 3.339 mdpl itu.

Informasi penutupan sementara pendakian Gunung Arjuno dan Welirang seperti diunggah akun Instagram @arjunoviapurwosari yang diunggah pada 7 April 2021.

Baca juga : Gunung Arjuno Welirang Dibuka Lagi, Pendaki Wajib Registrasi Online

“Mohon dimengerti setelah dibuka kurang lebih 1 minggu Gunung Arjuno Welirang kembali ditutup dikarenakan curah hujan kembali memburuk. Untuk menghindari hal yg tidak diinginkan maka pihak Arjuno Welirang menyatakan Pendakian Gunung Arjuno Welirang Ditutup Sementara,” tulis akun @arjunoviapurwosari.

Pendakian Gunung Arjuno (Foto: Dok. Yuk Jelajah/Ndari Soedibyo)

Gunung Arjuno merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Timur, dengan ketinggian mencapai 3.339 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara untuk Gunung Welirang, memiliki ketinggian 3.156 mdpl.
 
Gunung Arjuno, terletak bersebelahan dengan Gunung Welirang, termasuk Gunung Kembar I, dan Gunung Kembar II. Puncak Gunung Arjuno terletak dalam satu punggungan yang sama dengan puncak Gunung Welirang, dan lebih dikenal sebagai kompleks Arjuno-Welirang.

(Yuk Jelajah/Jamal Mahfudz)

Lihat juga :

0 comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Baca selanjutnya

Privacy & Cookies Policy